Setiap organisasi pasti mempunyai
visi dan misinya masing-masing yang kemudian diterjemahkan dalam
aktivitas-aktivitas kerja untuk mencapai visi dan misi tersebut. Tentu untuk
itu diperlukan orang – orang yang mempunyai kualifikasi serta kemampuan tertentu
yang sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut. Misalnya, perusahaan
pertambangan minyak memerlukan orang dengan kualifikasi serta kemampuan tertentu
yang sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut.
Menurut Veithzal Rivai (2008) seleksi adalah kegiatan dalam manajemen SDM
yang dilakukan setelah proses rekrutmen seleksi dilaksanakan. Hal ini berarti
telah terkumpul sejumlah pelamar yang memenuhi syarat untuk kemudian dipilih
mana yang dapat ditetapkan sebagai karyawan dalam suatu perusahaan. Proses
pemilihan ini yang dinamakan seleksi.
Menurut Agus Sunyoto
(2008) proses seleksi adalah usaha menjaring dari mereka yang dianggap nantinya
bisa menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang ditawarkan, mereka dianggap dapat
memperlihatkan unjuk kerja yang diharapkan oleh para pimpinan organisasi.
Menurut Mathis dan
Jackson (2006) Seleksi adalah proses pemilihan orang-orang yang memiliki
kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengisi lowongan pekerjaan di sebuah
organisasi
Proses sebuah perusahaan memilih
dari sekelompok pelamar, orang atau orang- orang, yang diperkirakan memenuhi
kebutuhan perusahaan sesuai dengan kondisinya pada saat itu biasa disebut
dengan istilah seleksi. Menurut Munandar (2001), menyebutkan bahwa proses
seleksi dan penempatan merupakan suatu proses peramalan. Jadi dalam proses ini,
pelamar atau calon karyawan dinilai dan ditaksir kemungkinannya untuk memenuhi
pesyaratan yang diperlukan oleh perusahaan. Kualifikasi pelamar, yang meliputi
ciri- cirri pribadi, kemampuan khusus, pengalaman kerja, dan persyaratan
lainnya diukur dengan menggunakan berbagai metode seperti tes pengetahuan umum,
psikotes, wawancara, kuesioner dan sebagainya. Hasil pengukuran digunakan
sebagai dasar untuk menetapkan pelamar yang akan diterima sebagai pegawai dan
mengisi lowongan jabatan/pekerjaan yang tersedia.
Setelah sejumlah pelamar tersedia,
maka proses seleksi dapat mulai dilakukan, proses seleksi karyawan di Indonesia
secara garis besar dilakukan melalui tahapan- tahapan berikut ini :
1. Seleksi
Surat Lamaran
Berdasarkan
surat-surat lamaran yang diajukan oleh calon, dipertimbangkan apakah ia akan
diterima untuk diseleksi pada tahap seleksi berikutnya atau tidak.
2. Wawancara
Awal
Dalam
tahap ini calon di wawancarai oleh karyawan/staf dari bagian sumber daya
manusia untuk mendapat gambaran umum tentang kesesuaian calon dengan pekerjaan
yang ia lamar. Kepada calon diceritakan tentang pekerjaannya, apa yang
diharapkan dari calon dan apa yang dapat diberikan oleh perusahaan kepada
calon. Jika calon tetap bersedia dan dinilai memenuhi pesyaratan umum seperti
umur tertentu, pendidikan tertentu maka ia dapat mengikuti tahap seleksi
berikutnya.
3. Ujian,
Psikotes, dan Wawancara.
Pada
tahap ini, calon mendapat ujian tertulis tentang pengetahuan dan
keterampilannya yang berkaitan dengan
pekerjaan yang dilamar. Setelah itu calon dievaluasi secara psikologis, yang
meliputi tes psikologis secara kelompok dan atau secara perorangan, serta
wawancara psikologis oleh psikolog jika diperlukan. Lalu calon di wawancarai
oleh pemimpin unit kerja yang memerlukan tenaganya. Di sini calon diwawancarai
oleh atasan dari jabatan yang akan ia duduki jika diterima. Atasan dapat
melihat sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki calon
tentang pekerjaan yang ia lamar.
4. Penilaian
Akhir
Pada
tahap ini hasil dari tahap sebelumnya dinilai secara keseluruhan untuk sampai
pada keputusan akhir calon mana yang akan diterima atau ditolak. Para calon
tenaga kerja yang diterima kemudian diminta untuk melaksanakan tes kesehatan.
Dapat terjadi bahwa pada permulaan tahap ini para calon di tes kesehatan
dahulu, terutama kalau dipersyaratkan kondisi fisik tertentu. Hasil tes
kesehatan ini dan hasil-hasil dari tahap sebelumnya kemudian digunakan sebagai
dasar penerimaan atau penolakan calon.
5. Pemberitahuan
dan Wawancara Akhir
Hasil
penilaian pada tahap sebelumnya diberitahukan kepada para calon. Wawancara
akhir dilakukan dengan para calon tenaga kerja yang diterima, kemudian
diterangkan berbagai kebijakan, terutama yang menyangkut kebijakan dalam bidang
sumber daya manusia, seperti gaji dan imbalan lainnya. Apabila calon karyawan
menyetujuinya, maka ia dapat diterima bekerja pada perusahaan.
6. Penerimaan
Dalam
tahap ini para calon tenaga kerja mendapat surat keputusan diterima pada
perusahaan dengan berbagai persyaratan kerja. Ada kalanya tenaga kerja diminta
untuk menandatangani sebuah kontrak kerja.
2. Adnan, Irma. (2010). Psikologi Industri
dan Organisasi .Jakarta : Universitas Terbuka.
3. Munandar,A.S., dkk. (2001). Psikologi Industri. Jakarta: Universitas
Terbuka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar